Saturday, 28 January 2012

Ubuntu: 15 Kali Sukses

Peluncuran Ubuntu 11.10 Oneiric Ocelot bulan ini merupakan kali 15 rilis Ubuntu Linuxversi stable. Rilis perdana dilansir tepat 7 tahun lalu bersama kehadiran Ubuntu 4.10 “Warty Warthog”. Ubuntu merupakan salah satu dari ratusan distribusi Sistem Operasiberbasis Linux yang tersedia secara bebas dan dikembangkan serta mendapatkan dukungan, baik dari komunitas maupun tenaga ahli profesional yang dibayar perusahan sponsor (sponsor utama adalah: Canonical Inc.).
Kata “Ubuntu” berasal dari bahasa kuno Afrika, yang berarti “rasa perikemanusian terhadap sesama manusia”. Selain itu Ubuntu juga bisa diartikan “aku adalah aku karena keberadaan kita semua”, melebihi dari sekedar semangat gotong royong. Distribusi sistem operasi Linux Ubuntu mengambil makna yang terkandung dan menterjemahkannya sebagai sebuah semangat baru yang dituangkan ke dalam dunia perangkat lunak.
Pada tanggal 20 Oktober 2004, Mark Shuttelworth sebagai mantan pengembang Linux Debian, juga kosmonot dan/atau turis luar angkasa pertama asal Afrika Selatan, merilis versi Ubuntu 4.10 “Warty Warthog” yang membutuhkan cuma tidak lebih dari setengah tahun untuk meraih popularitas diantara semua distribusi Linux yang ada. Konsep yang dianutnya untuk mempertahankan posisi Top yang diraihnya ternyata cukup sederhana. Ubuntu tidak harus hanya memberikan rasa aman saja, namun lebih dari itu, ia harus mudah dipasang dan mudah digunakan.
u7.10_gutsy_gibbon_560u11.10_oneiric_ocelot_560u8.04_hardy_heron_560u6.10_edgy_eft_560ubuntu_timeline_560u11.04_natty_narwhal_560u9.04_jaunty_jackalope_560u7.04_feisty_fawn_560u10.04_lucid_lynx_560u5.10_breezy_badger_560u6.06_dapper_drake_560u9.10_karmic_koala_560u8.10_intrepid_ibex_560u5.04_hoary_hedgehog_560u4.10_warty_warthog_560u10.10_maverick_meerkat_560


Salah satu kunci keberhasilan Ubuntu adalah pembatasan yang dilakukan terhadap jumlah aplikasi yang diintegrasikan dan diselaraskan satu dengan lainnya. Sementara distribusi lain menyediakan lebih banyak aplikasi serupa dan memiliki cara penggunaan yang beragam, Ubuntu mempersempit pilihan dengan mengadopsi satu program yang disempurnakan di Ubuntu untuk setiap jenis aplikasi.
Dibandingkan dengan distribusi lainya yang saat itu sudah mapan, Shuttleworth dan pengembang Ubuntu ternyata berhasil dalam hal memenuhi selera kebanyakan pengguna Linux. Sejak pertengahan 2005, tidak lama setelah Ubuntu 5.04 dirilis, berdasarkan statistik Distrowatch, Ubuntu telah ngetop sebagai distro paling popular diseluruh dunia.
Alasan lain keberhasilan Ubuntu untuk mempertahan posisi nomor satunya adalah konsistensi dalam beberapa hal yang menentukan. Walaupun Ubuntu, seperti distribusi lainnya dikembangkan oleh sukarelawan, namun dibawah pimpinan Shuttelworth secara konsekuen dan konsisten berupaya menawarkan jadwal rilis yang teratur, menyediakan versi dengan dukungan panjang (LTS: Long Term Support) dan menerapkan cara penggunaan yang konsisten. Baru sejak Ubuntu 11.04 Shuttelworht menawarkan perubahan drastis dengan memperkenalkan antarmuka desktop Unity guna penyesuaian dengan tuntutan jaman.
VersiJadwalNama Kode
4.102004 OktoberWarty Warthog
5.042005 AprilHoary Hedgehog
5.102005 OktoberBreezy Badger
6.06 LTS2006 JuniDapper Drake
6.102006 OktoberEdgy Eft
7.042007 AprilFeisty Fawn
7.102007 OktoberGutsy Gibbon
8.04 LTS2008 AprilHardy Heron
8.102008 OktoberIntrepid Ibex
9.042009 AprilJaunty Jackalope
9.102009 OktoberKarmic Koala
10.04 LTS2010 AprilLucid Lynx
10.102010 OktoberMaverick Meerkat
11.042011 AprilNatty Narwhal
11.102011 OktoberOneiric Ocelot

UbuntuTV: TV for Human Beings

Dengan Motto "TV for Human Beings" perusahan pengembang Ubuntu rencanakan mengintegrasikan Sistem Operasi Linux Ubuntu di sistem perangkat TV yang memberdayakan TV dengan layanan daring (online) berikut aplikasi-aplikasi lainnya. Antarmuka yang dijagokan Ubuntu adalah Unity yang kini telah menjadi bagian dari antarmuka distro Linux Ubuntu.
ubuntutv1_560ubuntutv3_560ubuntutv2_560ubuntutv4_560
Kredit Gambar: Ubuntu.com
Ubuntu TV mengintegrasikan layanan daring seperti Ubuntu One, sementara antarmuka Unity terutama bertugas sebagai "lensa" mesin pencari "Lenses" untuk acara-acara TV atau koleksi Video dan lainnya. Pengguna dapat membuat daftar Playlist dan memberikan penilaian dan berbagi informasi dengan lainnya. Kecuali itu Ubuntu TV jaga berfungsi sebagai pengganti sebuah perekam video (Videorecorder).

Pemirsa Ubuntu TV dapat memperoleh informasi tambahan termasuk Trend dari acara yang sedang disimak, disamping fungsi sebagai sebuah konsol games. Aplikasi-aplikasi lainnya dapat dipasang langsung dari Ubuntu Software Center.

Pertumbuhan jumlah desktop yang lamban memaksa vendor seperti Ubuntu untuk melirik penggunaan di sektor yang lebih pesat laju pertumbuhannya seperti pada SmartPhone, komputer Tablet dan Televisi. Konsep disain awal dari Ubuntu TV telah diragakan di ajang acara pameran akbar elektronikaCES 2012 di Las Vegas.

Linux Mint: Cinnamon Akan Dijadikan Desktop Standar

Kurang puas dengan orientasi dari Mate dan GNOME telah membuat tim Linux Mint berpaling untuk mengimplemantasikan Cinnamon, yaitu sebuah fork dari Gnome Shell. Dengan demikian diduga kuat Cinnamon bisa menjadi desktop standar untuk versi-versi Linux Mint generasi mendatang.
Seperti ditulis oleh Clement Lefebvre di blog-nya, pimpro Linux Mint ini menerangkan mengapa Linux Mint menjagokan Fork dari Gnome Shell. Menurut Lefebvre, Gnome Shell dengan MGSE akan menjadi pengganti desktop utamanya. Untuk itu sebenarnya telah tersedia kode sumber Cinnamon di lumbung Linux Mint sejak pertengahan Desember 2011 termasuk paket binarinya.
Menurut Lefebvre: "Tujuan menggunakan Mate adalah untuk menyempurnakan Gnome2 menggunakan GTK+ 3. Sayangnya hal itu tidak ditawarkan Gnome Shell, sedangkan kami membutuhkannya untuk desktop, sementara Gnome Shell dikembangkan kearah yang tidak kami inginkan. Karena itu kami mengembangkan desktop baru bernama Cinnamon dengan memanfaatkan teknologi baru dan mengimplementasikan visi kami."
Karena Cinnamon berfungsi seperti Gnome 2.32 maka dimungkinkan para pengguna yang sebelumnya telah terbiasa dengan Linux Mint tidak lagi perlu mengubah kebiasaannya, namun berkat Cinnamon tetap bisa menikmati teknologi terkini. Bahkan mantan pengguna Windows tidak perlu lama beradaptasi menggunakan Linux Mint. Desktop dengan Cinnamon menyediakan Panel di bagian bawah layar untuk menempatkan menu boot, taskbar, sebuah papan pemberitahuan sistem dan loader untuk antarmuka virtual.
Sementara itu, panel atas Gnome-Shell dibebaskan kecuali tombol untuk aktivitas yang hanya menampilkan jendela terbuka. Aplikasi tidak bisa dijalankan dari sini. Selain itu, terdapat applet suara yang dapat dikontrol melalui Media Player. Rencananya di masa depan akan ditambahkan beberapa pengaya dan pusat pengontrol.
Sejatinya desktop Cinnamon tidak hanya tersedia untuk Linux Mint 12 saja. Pengguna distro lain juga dapat memanfaatkannya dan Cinnamon telah tersedia untuk distro-distro seperti Ubuntu 11.10,Fedora 16, Opensuse 12.1 atau Arch Linux. Penjelasan lebih rinci berkaitan dengan hal tersebut dapat ditemukan di situs Cinnamon. Segera setelah Gnome 3.2 tersedia di lumbung Debian Testing, pengembang Linux Mint berjanji akan menyediakan desktop Cinnamon untuk edisi Linux Mint Debian Edition (LMDE). Versi terkini Cinnamon adalah 1.1.3 yang kode sumbernya tersedia di Github.

Saturday, 3 December 2011

openSUSE 12.1 Hadirkan Pembaruan Di Semua Jajaran

Bersama kehadiran versi terbaru openSUSE 12.1 telah dilakukan transformasi ke era terkini desktop software bebas dan teknologi server dengan menampilkan sejumlah fitur yang unik seperti misalnya Snapper tool untuk memantau perubahan berkas berikut fungsi rollback.


Sebagai software pendukung Systemstart kini digunakan Systemd dan berkat pemrosesan yang dilakukan secara serentak (parallel), dimungkinkan booting "lebih cepat, lebih baik". Pembaruan lainnya adalah penerapan Btrfs sebagai salah satu pilihan untuk sistem berkas yang telah terintegrasi dengan perkakas unggulan YaST. Sementara itu sistem berkas Ext4 masih tetap digunakan sebagai sistem berkas standar (default).



Desktop openSUSE 12.1 memperkenalkan fitur color management, GNOME Shell dan mendukung empat lingkungan desktop utama (KDE, Gnome, Xfce dan Lxde) lainnya. Saat proses instalasi berlangsung, pengguna diberikan peluang untuk pilihan lingkungan desktop KDE 4.7, Gnome 3.2, Xfce dan Lxde. Pengembangnya juga mengklaim bahwa openSUSE adalah distro utama pertama yang mengemas sistem "color management tools", baik pada desktop GNOME maupun KDE.

Bersama GNOME 3.3 yang disertakan, pengembangnya telah melakukan penyempuranan terhadap GNOME Shell. Peningkatan utama versi ini dibandingkan GNOME 3 preview yang diperkenalkan pada openSUSE 11.4, adalah termasuk penanganan yang lebih baik pada layar sempit dan pada layar multi-screen, notifikasi lebih baik dan konfigurasi akun daring (online accounts configuration) yang terpusat. Rilis ini juga membawa pengengelola berkas baru, pratampil cepat pada Nautilus file manager, peningkatan pada pengelolaan warna dan rotasi otomatis untuk perangkat dengan "touch screen".



Edisi KDE dari openSUSE 12.1 mengemas KDE Plasma Workspaces 4.7 sebagai desktop utama dan merupakan desktop utama pertama yang memberdayakan KolorManager baru, plus perkakas pengelola warna Oyranos. Pembaruan lainnya termasuk KPackageKit untuk menggantikan Apper, penyederhanaan instalasi dan pencopotan aplikasi.

SysAdmin dapat mengelola openSUSE 12.1 jarak jauh lebih mudah menggunakan WebYaST yang disertakan bersama distro ini. Kecuali itu, ia juga telah disiapkan untuk dijalankan di lingkungan Cloud Amazons. Dan bersama teknik virtualisasi seperti Xen 4.1, KVM dan VirtualBox, openSUSE 12.1 dapat digunakan sebagai sistem Host untuk menampung sistem operasi lainnya. Di lumbung repositori untuk vistrualisasi dan cloud distro ini tersedia banyak perkakas dan paket yang dapat digunakan untuk membangun dan mengelola layanan Cloud seperti ownCloud dan Mirall, Eucalyptus, OpenNebula atau OpenStack.

Banyak pembaruan telah diterapkan pada openSUSE 12.1 bila dibandingkan dengan versi sebelumnya, diantaranya adalah Kernel 3.1, GCC 4.6 dan X.org 7.6. Kernel Linux 3.1 yang digunakan telah mengandung perbaikan pada driver untuk jaringan dan grafik. Versi kernel ini telah mendukung modul Rt2x00 untuk set chip besutan Ralink pada RT3572/RT3592/RT3592+Bluetooth Combo Card. Driver versi bebas Nouveau bersama openSUSE 12.1 diklaim mampu mendukung firmware akselerasi hardware 3D yang diperlukan untuk kartu grafis Nvidia dengan chipset Fermi.

Linux Mint 12 "Lisa": Desktop Linux Paling Banyak Dicari

Setelah (K)atya saatnya Linux Mint 12 menampilkan (L)isa menggunakan Ubuntu 11.10 Oneiric Ocelot sebagai basis. Kendati sejak versi 11.04 Ubuntu telah berpaling ke antarmuka desktop Unity buatan sendiri, Linux Mint konsisten loyal dengan tampilan yang lebih terbiasa bagi kebanyakan penggunanya.



Secara resmi mulai versi Ubuntu 11.04 Canonical memutuskan untuk menggunakan Unity sebagai desktop standar. Mint 11 Katya dengan basis Ubuntu yang sama, tidak mengikuti jejak Ubuntu Unity dan tetap konsisten pada Gnome 2.32. Ketidak-puasan banyak pengguna terhadap Unity ternyata telah mendongkrak popularitas Mint secara signifikan, menyalib dan mengambil alih posisi nomor satu Ubuntu.

Sejak kehadiran GNOME 3 yang pada hakekatnya dan dalam banyak hal adalah berbeda dengan GNOME 2, tidak sedikit distro Linux yang dihadapkan kepada sebuah dilema. Bahkan Linus Torvalds-pun tidak luput menyampaikan pesan penolakannya terhadap kehadiran GNOME 3. Namun keharusan beralih ke GNOME 3 adalah sebagai konsekuensi akan berakhirnya dukungan untuk GNOME 2.

Untuk menyiasati hal itu, sebagian dari distro-distro popular melakukan transisi dengan upaya menggabungkan fitur dari kedua versi desktop tersebut atau menambahkan antarmuka baru seperti halnya Unity pada Ubuntu. Namun, sebagai tandingan untuk Unity, kali ini Linux Mint 12 memperkenalkan MGSE (Mint Gnome Shell Extensions), yaitu modifikasi GNOME 3 dengan "look and feel" ala GNOME 2 yang khas Mint. Kecuali itu menyediakan "Gnome 2 Fork Mate" yang bisa dipasang sebagai alternatif atau bersama dengan Gnome 3.



Lisa (Mint 12) menyediakan dua panel (atas dan bawah). Panel atas adalah panel GNOME 3 yang tidak dapat dihilangkan, namum bisa dirubah untuk melakukan perbaikan dan peningkatan sesuai pengguna. Sedangkan panel bawah adalah panel bawaan khas dari pemgembang Linux Mint yang menyediakan akses untuk menu Launcher ala Windows berikut built-in search dan favorites, seperti juga desktop switcher dan pusat notifikasi.

Akses terhadap antarmuka GNOME 3 dimulai dengan menekan tombol (simbol tak terhingga) dari ujung kiri panel atas menampilkan akses untuk kalendar, user settings dan panel kontrol, network interface, seting untuk volume control dan sound, seperti juga ikon untuk semua aplikasi yang terpasang.

MGSE atau (Mint Gnome Shell Extensions) adalah sebuah ekstensi untuk Gnome Shell yang memungkinkan desktop GNOME 3 untuk mengemulasi tampilan yang mendekati tampilan GNOME 2. Dengan demikian misalnya, tersedia di panel bawah desktop switcher, termasuk fitur-fitur yang pada versi sebelumnya juga telah tersedia.

Melalui Gnome Tweak Tool, pengguna dapat menentukan ekstensi shell mana yang ingin diaktifkan. Ektensi Shell secara default diinstalasi, namun pengguna dapat mengkatifkan atau mematikannya melalui fitur di menu "Gnome Tweak Tool".

Bagi mereka yang seratus persen tidak doyan GNOME 3, sementara belum terbiasa dengan antarmuka khas Mint, tersedia paket software Gnome-2-Fork Mate. Menggunakan basis kode versi Gnome-2.32, Mate merupakan alternatif bagi pengguna yang tidak mampu terbebas dari GNOME 2 baik dari sisi antarmuka maupun fitur.

Linux Mint: "Ubuntu Well Done"
Disamping penambahan bermanfaat yang disediakan untuk desktop, pengembang Linux Mint 12 seperti sebelumnya senantiasa menyertakan semua Multimedia-Codecs yang dibutuhkan untuk Ubuntu-Medienplayer yang biasanya harus diunduh ekstra dari Internet. Beberapa fitur Mint 12 juga telah mendapatkan peningkatan sejak penerbitan Ubuntu 10.11, diantaranya adalah: Kernel 3.0, GCC 4.6.1, X.org 7.6, Firefox 7, Thunderbird 7, dan LibreOffice 3.4. Berkat kompatibilitas sepenuhnya terhadap Ubuntu, tersedia untuk Mint paling tidak dalam jumlah yang sama paket aplikasi bebas yang bisa diperoleh dan dijalankan di Linux Mint.

VectorLinux 7.0 Gunakan XFCE 4.8

VectorLinux 7.0 (kode 'GG') yang baru saja dirilis menurut tim pengembangnya telah dibangun dan dioptimalkan selama dua tahun terakhir. VectorLinux adalah salah satu distro yang tertua yang dibangun diatas Slackware dan selama ini diklaim sebagai distro ringan yang cepat. Hal itu pada versi 7.0 kali ini lebih digarisbawahi dengan memasang kernel Linux 3.0.8 dilengkapi dengan aneka Multimedia-Codecs.



Berbeda dengan distro popular lainnya, VectorLinux 7 tidak menggunakan Gnome atau KDE sebagai pilihan untuk desktop, melainkan memberdayakan secara default desktop XFCE versi 4.8 yang ramping. Sebagai alternatif tersedia desktop Fluxbox, disamping sejumlah aplikasi ringan seperti Gnumeric 1.10.12 dan Abiword 2.8.6 untuk perkantoran, Firefox dan Opera sebagai browser, Pidgin dan XChat untuk pesan obrolan. Sebagai program mendukung grafik disertakan Gimp, Inkscape, dan sebagai editor Video disediakan Shotwell seperti juga beberapa pemutar media: Mplayer, Xine dan Exaile.

Agar bisa menikmati VectorLinux 7, pengguna cukup menyediakan perangkat komputer mulai Pentium 3, dengan 128 MB RAM dan spasi hardisk  5 GB.

VectorLinux menerbitkan dua jenis media, pertama yang khusus untuk di intalasi dan kedua adalah media liveCD yang juga bisa diinstal. Keduanya pada saat ini tersedia untuk 32 bit, sedangkan untuk 64 bit akan disusulkan pengembangnya.

Friday, 11 November 2011

OpenBSD 5.0: “What Me Worry?”

Pengembang utama Theo de Raadt telah mengumumkan terbitnya versi OpenBSD 5.0 berikut lagu (song) terkait “What Me Worry?”. Untuk kali pertama bersama OpenBSD 5.0 dimungkinkan untuk penambahan firmware non-free langsung dari Internet pada saat instalasi sedang berlangsung, disamping telah mengaktualisasi banyak paket dan sejumlah peningkatan pada fungsi jaringan.

Versi OpenBSD 5.0 juga mengemas sejumlah driver termasuk untuk jenis perangkat yang jarang digunakan. Ia diklaim telah mendukung Message Signaled Interrupts untuk hampir semua perangkat, disamping menyediakan dukungan untuk pemgiriman paket Wake-On-LAN. Juga pembaruan pada Network-Stack termasuk perbaikan pada klien DHCP dengan program yang ditulis ulang. OpenBSD 5.0 kini mendukung lebih baik pada SCSI.
Untuk para pengguna OpenBSD 5.0 tersedia tidak kurang dari 7.200 Ports paket software yang bisa dimanfaatkan yang tersedia di lumbung repositorinya dan tidak sedikit yang telah dikompilasi sebelumnya. Mendukung Desktop, pengembangnya menyediakan versi Gnome 2.32.2, KDE 3.5.10 seperti juga XFCE 4.8. Kecuali itu tersedia browser Firefox versi 3.5.19, 3.6.18 dan 5.0. Sebagai browser alternatif disediakan Chromium 12, sementara itu untuk urusan perkantoran dikemas suit Libreoffice 3.4.1.
Bagi para pengembang yang menggunakan OpenBSD tersedia bahasa pemrograman PHP, Python dan Ruby, seperti juga berbagai versi untuk GCC (GNU Compiler Collection). Bila ingin menggunakan OpenBSD 5.0 untuk server, pengembangnya tidak lupa menyediakan Apache-Webserver 1.3 yang telah disesuaikan, Sendmail 8.14.5, Postfix 2.8.4, OpenLDAP dan basis data MySQL 5.1.54 seperti juga PostgreSQL 9.0.5.

Ubuntu: 15 Kali Sukses

Peluncuran Ubuntu 11.10 Oneiric Ocelot bulan ini merupakan kali 15 rilis Ubuntu Linux versi stable. Rilis perdana dilansir tepat 7 tahun lalu bersama kehadiran Ubuntu 4.10 “Warty Warthog”.


Ubuntu merupakan salah satu dari ratusan distribusi sistem operasi berbasis Linux yang tersedia secara bebas dan dikembangkan serta mendapatkan dukungan, baik dari komunitas maupun tenaga ahli profesional yang dibayar perusahan sponsor (sponsor utama adalah: Canonical Inc.).
Kata “Ubuntu” berasal dari bahasa kuno Afrika, yang berarti “rasa perikemanusian terhadap sesama manusia”. Selain itu Ubuntu juga bisa diartikan “aku adalah aku karena keberadaan kita semua”, melebihi dari sekedar semangat gotong royong. Distribusi sistem operasi Linux Ubuntu mengambil makna yang terkandung dan menterjemahkannya sebagai sebuah semangat baru yang dituangkan ke dalam dunia perangkat lunak.
Pada tanggal 20 Oktober 2004, Mark Shuttelworth sebagai mantan pengembang Linux Debian, juga kosmonot dan/atau turis luar angkasa pertama asal Afrika Selatan, merilis versi Ubuntu 4.10 “Warty Warthog” yang membutuhkan cuma tidak lebih dari setengah tahun untuk meraih popularitas diantara semua distribusi Linux yang ada. Konsep yang dianutnya untuk mempertahankan posisi Top yang diraihnya ternyata cukup sederhana. Ubuntu tidak harus hanya memberikan rasa aman saja, namun lebih dari itu, ia harus mudah dipasang dan mudah digunakan.
Salah satu kunci keberhasilan Ubuntu adalah pembatasan yang dilakukan terhadap jumlah aplikasi yang diintegrasikan dan diselaraskan satu dengan lainnya. Sementara distribusi lain menyediakan lebih banyak aplikasi serupa dan memiliki cara penggunaan yang beragam, Ubuntu mempersempit pilihan dengan mengadopsi satu program yang disempurnakan di Ubuntu untuk setiap jenis aplikasi.
Dibandingkan dengan distribusi lainya yang saat itu sudah mapan, Shuttleworth dan pengembang Ubuntu ternyata berhasil dalam hal memenuhi selera kebanyakan pengguna Linux. Sejak pertengahan 2005, tidak lama setelah Ubuntu 5.04 dirilis, berdasarkan statistik Distrowatch, Ubuntu telah ngetop sebagai distro paling popular diseluruh dunia.
Alasan lain keberhasilan Ubuntu untuk mempertahan posisi nomor satunya adalah konsistensi dalam beberapa hal yang menentukan. Walaupun Ubuntu, seperti distribusi lainnya dikembangkan oleh sukarelawan, namun dibawah pimpinan Shuttelworth secara konsekuen dan konsisten berupaya menawarkan jadwal rilis yang teratur, menyediakan versi dengan dukungan panjang (LTS: Long Term Support) dan menerapkan cara penggunaan yang konsisten. Baru sejak Ubuntu 11.04 Shuttelworht menawarkan perubahan drastis dengan memperkenalkan antarmuka desktop Unity guna penyesuaian dengan tuntutan jaman.
Versi Jadwal Nama Kode
4.10 2004 Oktober Warty Warthog
5.04 2005 April Hoary Hedgehog
5.10 2005 Oktober Breezy Badger
6.06 LTS 2006 Juni Dapper Drake
6.10 2006 Oktober Edgy Eft
7.04 2007 April Feisty Fawn
7.10 2007 Oktober Gutsy Gibbon
8.04 LTS 2008 April Hardy Heron
8.10 2008 Oktober Intrepid Ibex
9.04 2009 April Jaunty Jackalope
9.10 2009 Oktober Karmic Koala
10.04 LTS 2010 April Lucid Lynx
10.10 2010 Oktober Maverick Meerkat
11.04 2011 April Natty Narwhal
11.10 2011 Oktober Oneiric Ocelot

Oneiric Ocelot: Ubuntu 11.10 Siap Untuk Enterprise Desktop

Ubuntu 11.10 "Oneiric Ocelot" telah rilis berikut lingkungan desktop Unity yang telah disempurnakan disamping menyediakan beberapa versi Ubuntu Minimal, yang bisa dijadikan bahan baku membangun distro khusus sesuai dengan selera pengguna.



Jajaran edisi khusus Minimal Ubuntu, pertama-tama adalah Ubuntu Core, yaitu edisi Ubuntu ramping yang baik digunakan sebagai basis membuat distribusi yang pas dengan kebutuhan pengguna. Edisi kedua adalah Lubuntu yang telah terpasang lingkungan desktop LXDE. Kecuali itu tersedia versi distro untuk arsitektur prosesor ARM berupa image untuk dipasang di sistem-sistem menggunakan prosesor ARM. Sehubungan dengan tipe arsitektur ARM yang cukup beragam, maka kali ini Ubuntu baru menyediakan image yang bisa dipasang di netbook Toshiba ac100 dan Quick Start Development Board: Freescale i.MX53.

Fitur layanan awan pribadi Ubuntu One telah ditingkatkan yang membuka kemungkinan untuk penyimpanan koleksi musik yang langsung bisa disalurkan (streaming) kesemua jenis perangkat, termasuk PC, Smartphones Android atau iOS.

Konsep Unity juga telah dikembangkan dengan penerapan konsep "Scopes dan Lenses". Lensa untuk pencarian titel musik yang secara daring disimpan di toko musik Ubuntu One juga telah disediakan. Thunderbird kini menggantikan Evolution sebagai klien Email. Déjà Dup merupakan standard untuk kebutuhan akan perkakas Backup. Versi baru untuk klien Twitter Gwibber diklaim lebih cepat dan telah diselaraskan dengan Gnome 3.2 yang datang bersama Ubuntu 11.10.

Yang baru lainnya di Oneiric Ocelot adalah Ubuntu Software Center. Disamping perluasan fungsi pratilik di semua kategori, kinerja pemasangan paket-paketnya juga ditingkatkan dengan tempo untuk pemasangan yang lebih cepat. Kecuali itu telah ditambahkan fungsi OneConf untuk mensinkronkan data konfigurasi antar sistem agar semua komputer terkait bisa terpasang aplikasi yang sama.

Ubuntu 11.10 ditenagai menggunakan Kernel Linux 3.0.3, dan GCC yang diupdate ke versi 4.6 disamping NetworkManager versi 0.9. Pustaka dan paket aplikasi 32-Bit kini dapat dipasang di sistem 64-Bit tanpa masalah.

Untuk Ubuntu Server, kali ini kembali menyertakan Hypervisor Xen, disamping juga mendukung Linux-Container (LXC). Orchestra, yaitu koleksi software bebas terbaik untuk mengelola infrastruktur di pusat data, juga telah disediakan. Salah satu fitur penting untuk server adalah Juju, yang dikembangkan dengan nama Ensemble. Juju diintegrasikan untuk menyediakan perkakas untuk mengelola dan memungkinkan penyebarluasan layanan di awan dan server biasa. Ubuntu Server 11.10 juga telah mendukung arsitektur ARM.

Kubuntu 11.10 membawa KDE SC 4.7, berikut suit KDE-PIM dan KMail 2, Amarok 2.4.3 dan Muon Software Center berikut komponen terkait dan pengelola paketnya. Xubuntu 11.10 juga melakukan "reshuffle" terhadap susunan aplikasi standar-nya, antara lain Leafpad menjabat sebagai text-editor, gThumb bertugas mengelola gambar, sementara LightDM menggantikan GDM sebagai Display Manager.

Untuk kali pertama Edubuntu menyediakan installer yang sepenuhnya telah diterjemahkan. Yang ditulis ulang adalah paket LTSP, disamping telah diterjemahkan sepenuhnya, ia juga telah mampu bekerja dengan baik bersama NetworkManager. Untuk Mythbuntu juga kini digunakan Display-Manager lightdm dan aplikasi MythTV diaktualkan ke versi terkini.

Linux Mint 12 Ingin Salib Ubuntu

Menjelang terbitnya versi 12 yang dikemas dengan edisi khusus Gnome 3.2, Linux Mint berupaya menjadi desktop Linux nomor satu melampaui popularitas Ubuntu. Pengembangan Linux Mint tidal lagi sebagi ebuah hobi, dan untuk kesinambungan pembiayaan pengembangannya akan diperoleh dari lalu-lintas penggunaan Internet para pemakainya.



Dalam waktu dekat, Linux Mint ingin menyalib Ubuntu dengan perolehan jumlah pengguna lebih banyak dari pada jumlah pengguna Ubuntu saat ini. Taget itu, bila diukur dari catatan jumlah pengunjung yang mencari informasi atau tertarik pada Linux Mint di situs Distrowatch, saat ini ternyata telah terjadi. Linux Mint sejak beberapa hari lalu bertachta sebagai distribusi Linux nomor satu melampaui dominasi Ubuntu yang selama beberapa tahun terakhir senantiasa ngetop.
Sejatinya Linux Mint adalah sebuah Ubuntu, memanfaatkan repositori yang sama, namun telah ditambahkan dengan perkakas khusus dari Mint disamping berpenampilan beda yang lebih dekat dengan selera penggunanya, terutama lebih menunjang kebiasaan pengguna komputer yang baru beralih ke Linux dari OS utama lainnya.
Menurut dugaan penulis Distrowatch, naik daunnya Linux Mint tidak terlepas dari ketidakpuasan banyak pengguna terhadap Unity yang digunakan oleh Ubuntu pada dua rilis terakhir (Natty & Oneiric) termasuk masih banyaknya kekliruan pada Ubuntu yang belum dituntaskan. Hal itu juga diduga merupakan penyebab utama mengapa banyak mantan pengguna Ubuntu berpaling ke Linux Mint.
Pengembang Linux Mint melihat trend tersebut sebagai peluang untuk meningkatkan popularitas Linux Mint. Sebagaimana diumumkan di Blog Mint, dimasa mendatang Linux Mint akan berpegang pada desktop Gnome 3. Walaupun pengmbangnya menyadari bahwa masih banyak pengguna yang lebih menyukai Gnome 2 karena Gnome 3 dirasakan sangat berbeda dalam tata cara penggunaanya. Dengan berakhirnya dukungan untuk Gnome 2, maka tidak lagi tersedia alternatif yang memadai, dan untuk itu Linux Mint 12 nantinya akan memperkenalkan “busana baru” MGSE (Mint Gnome Shell Extensions) yang bisa menampilkan Gnome 3 dengan gaya klasik. Upaya serupa juga dilakukan pengembang distro anak bangsa IGOS Nusantara guna menyiasati transisi dari Gnome 2 ke Gnome 3.
Penerbitan Linux Mint 12 dengan desktop Gnome 3.2 telah dijadwalkan pada tanggal 20 November 2011 mendatang. Seperti pada versi-versi sebelumnya, varian yang mengemas desktop KDE atau desktop-desktop lainnya akan menyusul tidak lama kemudian.
 

 
Design by Andhika Yuswanto | Bloggerized by Kunir - JAWA TIMUR | UNIVERSITAS JEMBER